Bahasa Jawa
Provinsi Kalimantan Timur(Kalimantan)

         
 

Bahasa Jawa dituturkan di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu;Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kertanegara; Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur; dan Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kabupaten Balikpapan. Selain itu, bahasa Jawa juga dituturkan di Desa Kayungo, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

          Bahasa Jawa yang dituturkan  di Kalimantan Timur terdiri atas empat dialek, yaitu (1) dialek Segihan dituturkan di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kertanegara; (2) dialek Ponoragan dituturkan di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kertanegara; (3) dialek Kayungo dituturkan di Desa Kayungo, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser; (4) dialek Karang Joang dituturkan di KelurahanLamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, dan KelurahanKarang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kabupaten Balikpapan. Berdasarkan penghitungan dialektometri, persentase perbedaan antarkeempat dialek tersebut berkisar 55,5%—69,4%.

          Bahasa Jawa yang dituturkan di Provinsi Kalimantan Timur adalah bahasa yang sama dengan bahasa Jawa yang dituturkan di Daerah Istimewa Yogyakartadengan persentase perbedaan 42% (beda subdialek).

Bahasa Jawa juga merupakan bahasa tersendiri dengan persentase perbedaan berkisar 90%—97% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Misalnyaperbedaan persentaseantara bahasa Jawa dengan bahasa Punan Long Lamcin sebesar 95%; dengan bahasa Basap sebesar 91,8%; dengan bahasa Kenyah sebesar 93%; dengan bahasa Segaai sebesar 97%; bahasa Tunjung sebesar 92,8%; dengan bahasa Bahau Ujoh Bilang sebesar 94%.