Bahasa Lampung
Provinsi Lampung

         
 

Bahasa Lampung dituturkan oleh masyarakat di wilayah Desa Belambangan, Kecamatan Abung Selatan, Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Desa Gunung Cahaya, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan; Desa Banjar Agung, Kecamatan Menggala, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara; Desa Bojong, Kecamatan Jabung, Desa Gedong Wani, Kecamatan Sukadana, Desa Gunung Batin Ilir, Kecamatan Terusan Nunyai, Desa Bumi Ratu, Kecamatan Gunung Sugih, Desa Segala Mider, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Wana, Kecamatan Melinting, Desa Jepara, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Desa Kunyir, Kecamatan Kalianda, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan; Desa Pasar Liwa, Kecamatan Sebalik Bukit, Desa Kotabesi, Kecamatan Batu Brak, Desa Batu Raja, Kecamatan Pesisir Utara, Desa Wayjambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Kabupaten Lampung Barat; Desa Banjaragung, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulang Bawang; Desa Negeri Olok Gading, Kecamatan Telukbetung Barat, Kabupaten Bandar Lampung; Desa Sukamernah, Kecamatan Gunung Alip, Desa Negeri Ratu, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus; Desa Suka Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu;; dan Desa Pasar Pulau Pisang, Kecamatan Pulaupisang,Desa Wayjambu, Kecamatan Pesisir Selatan,  Kabupaten Pesisir Barat; dan Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran,   Provinsi Lampung. Bahasa Lampung terdiri atas empat dialek, yaitu (1) dialek Abung, (2) dialek Pesisir, (3) dialek Pubian, dan (4) dialek Komering.

          Dialek Abung dituturkan di Desa Belambangan, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara; Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara; Desa Gunung Cahaya, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Waykanan; Desa Banjar Agung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Lampung Utara; Desa Bojong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Gedong Wani, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Gunung Batin Ilir, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah; Desa Wana, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur; Desa Jepara, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur; Desa Bumi Ratu, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

          Dialek Pesisir dituturkan di Desa Sukamernah, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus; Desa Suka Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu; Desa Negeri Ratu, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus; Desa Kunyir, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan; Desa Pasar Liwa, Kecamatan Sebalik Bukit, Kabupaten Lampung Barat; Desa Kotabesi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat; Desa Banjaragung, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulang Bawang; Desa Batu Raja, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Lampung Barat; Desa Pasar Pulau Pisang, Kecamatan Pulaupisang, Kabupaten Pesisir Barat; Desa Wayjambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat; Desa Negeri Olok Gading, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung; Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.Wilayah tutur dialek Pubian berada di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dan Desa Segala Mider, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah.Wilayah tutur dialek Komering berada di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara. Dialek Komering ini diduga berasal dari bahasa Komering di Sumatra Selatan.

          Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Lampung merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 86%—93,4% jika dibandingkan dengan bahasa Jawa, Bugis, Bali, Sunda, dan Basemah. Persentase perbedaan keempat dialek tersebut berkisar 60,8%—76,2%. Dialek Abung dengan Pesisir mempunyai perbedaan sebesar 68%; dialek Abung dengan Pubian sebesar 74%; dialek Pesisir dengan Pubian sebesar 63%; dialek Abung dengan Komering sebesar 68%; dialek Pesisir dengan Komering sebesar 76,20%; dialek Pubian dengan Komering sebesar 60,8%.