Bahasa Lundayeh
Provinsi Kalimantan Utara

         
 

Bahasa Lundayeh dituturkan di Desa Long Bawan, Desa Pa’ Lutut, Desa Pa’ Raye, dan Desa Pa’ Upan Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. Selain itu, bahasa Lundayeh  juga dituturkan di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Menurut pengakuan penduduk, desa-desa di sekitar Long Bawan, Pa’ Lutut, Pa’ Raye, dan Pa’ Upan adalah wilayah tutur bahasa Lundayeh. Di sebelah barat Desa Tanjung Lapang juga merupakan wilayah tutur bahasa Lundayeh.  Sementara itu, di sebelah timur dan selatan Desa Tanjung Lapang dituturkan bahasa Tidung

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek yang digunakan di daerah-daerah tersebut memiliki persentase perbedaan 64,5%—79,3%. Berdasarkan persentase perbedaan tersebut dapat dikatakan bahwa bahasa Lundayeh terdiri atas tiga dialek, yaitu (1) dialek Long Bawan dengan wilayah tutur di Desa Long Bawan, Pa’ Lutut, dan Pa’ Raye, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan; (2) dialek Tanjung Lapang dengan wilayah tutur di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau; (3) dialek Pa’ Upan dengan wilayah tutur di Desa Pa’ Upan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain di sekitarnya, bahasa Lundayeh merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 89%—91% jika dibandingkan dengan bahasa lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan  Utara, misalnya dengan bahasa Long Pulung sebesar 89%, dengan bahasa Tidung sebesar 89%,  dan dengan bahasa Abai sebesar 91%.