Bahasa Aceh
Provinsi Aceh(Sumatra)

         
 

Bahasa Aceh dituturkan di wilayah pesisir Provinsi Aceh yang terbentang dari Selat Malaka sampai ke pantai barat menghadap Lautan Hindia. Bahasa Aceh secara umum dipakai di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireun, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan juga di daerah Kota Sabang. Sebagian penduduk Kabupaten Aceh Timur tepatnya di wilayah Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Barat tepatnya di Kecamatan Jaya, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, dan Nagan Raya juga menggunakan bahasa Aceh.

Bahasa Aceh terdiri atas tiga dialek, yaitu (1) dialek Baet Lambuot, (2) dialek Mesjid Punteut, dan (3) dialek Panthe Ketapang. Dialek Baet Lambuot dituturkan di Kabupaten Aceh Besar dengan beberapa subdialek. Dialek Mesjid Punteut dituturkan di wilayah Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Dialek Panthe Ketapang dituturkan di Kecamatan Jaya, wilayah Aceh bagian barat yang dikelilingi subdialek Baet Lambuot.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektrometri, persentase perbedaan antara dialek Mesjid Punteut dan dialek Panthe Ketapang sebesar 54%, antara dialek Baet Lambuot dan dialek Mesjid Punteut sebesar 51%, serta antara dialek Baet Lambuot dan dialek Panthe Ketapang sebesar 51%. Isolek Aceh merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100 % jika dibandingkan dengan bahasa Gayo, Devayan, dan Sigulai.